Pada abad ke 21 kegiatan ekonomi di sektor pertanian akan mengalami perubahan besar pada sisi permintaan yang menuntut kuantitas besar, kualitas tinggi, penyampaian yang tepat waktu, keragaman produk, dan harga yang kompetitif. Untuk menyiasati perubahan itu, pengembangan agroindustri membutuhkan input berupa bahan baku, teknologi, sumber daya manusia (SDM), informasi, dan finansial. Sampai saat ini masih banyak permasalahan input yang harus diselesaikan. Penyediaan bahan baku industri masih menghadapi masalah kuantitas, kualitas, dan kontinuitas pengadaannya. Dalam penyediaan teknologi masih perlu diupayakan teknologi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dan terjangkau oleh daya beli rakyat, mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing, serta tepat guna. Dalam hal penyediaan SDM, kita masih dihadapkan pada masalah kualitas, terutama tenaga ahli dan profesional. Demikian juga dalam hal informasi dan pendanaan masih banyak masalah yang harus diselesaikan.
Pengembangan agroindustri di Propinsi Lampung sampai saat ini dirasakan belum optimal, terutama dalam peningkatan nilai tambah yang seharusnya dapat diperoleh Propinsi Lampung. Agroindustri yang ada belum mampu memanfaatkan seluruh potensi bahan baku yang ada secara optimal sehingga masih banyak hasil samping yang belum termanfaatkan. Pengembangan agroindustri yang mampu memanfaatkan seluruh potensi bahan baku yang ada dan mampu menghasilkan produk-produk hilir akan dapat meningkatkan nilai tambah yang sangat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan daerah atau devisa negara. Untuk mendukung pengembangan agroindustri yang demikian, diperlukan input SDM yang menguasai ilmu, teknologi, dan manajemen agroindustri. Salah satu program pascasarjana penghasil SDM yang menguasai ilmu, teknologi, dan manajemen agroindustri adalah Program Studi Magister Teknologi Agroindustri Universitas Lampung (MTA Unila).
Secara resmi, Program MTA Unila yang terdiri dari dua subprogram (Teknologi Proses Agroindustri dan Teknik Manajemen Agroindustri) dibuka pada tahun ajaran 2000/2001 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No 452/DIKTI/Kep./1999 tanggal 23 November 1999 (Lampiran 1). Program ini mulai menerima mahasiswa pada awal tahun ajaran 2000/2001. Secara kelembagaan, pengembangan Program Studi Magister Teknologi Agroindustri di Unila didukung oleh adanya kerjasama institusional antara Unila dengan Institut Pertanian Bogor khususnya Program S2 Teknologi Industri Pertanian dan Ilmu Pangan yang lebih berpengalaman dalam penyelenggaraan program pascasarjana.
Program MTA Unila merupakan salah satu Program Studi Strata-2 yang dikembangkan oleh Universitas Lampung dengan mempertimbangkan tuntutan pengembangan sumber daya manusia di bidang agroindustri secara lebih profesional dalam praktek-praktek industri, pengambilan keputusan dan kemampuan analitikal dengan dilandasai dasar-dasar konseptual yang kuat, guna memenuhi tuntutan pengembangan sumber daya manusia pada komunitas regional, nasional maupun global. Karena itu MTA dirancang untuk pendidikan yang berorinentasi profesi dengan penelitian terapan yang terarah pada bidang manajemen dan teknologi proses agroindustri sebagai arah pengembangan program studi diwujudkan dalam visi, misi serta tujuan program studi. Nama, lokasi dan status program studi sebagai berikut:
Nama Perguruan Tinggi : Universitas Lampung
Nama Fakultas : Pertanian
Nama Program Studi : Magister Teknologi Agroindustri
Status Program studi : Terdaftar dan mendapatkan izin operasional
berdasarkan SK Dirjen DIKTI Depdiknas
Republik Indonesia No 452/DIKTI/Kep/1999
tanggal 23 November 1999
Alamat Program Studi : Program Studi Magister Teknologi Agro-
industri Program Pascasarjana FP UNILA
Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1.
Gedung Agroindustri (Jur. THP-FP Unila)
Bandar Lampung 35145.
Telp/Fax. (0721) 781498, 781823.
Jenjang Pendidikan : Strata Dua (S2/Magister)
Orientasi Pendidikan : Profesi dan penelitian terapan di bidang
teknik manajmen dan teknologi proses
agroindustri (Merujuk buku I BAN)